Beranda > around us > Cerita Suly – Kejujuran Tidak Selalu Berbanding Terbalik dengan Ekonomi

Cerita Suly – Kejujuran Tidak Selalu Berbanding Terbalik dengan Ekonomi

Tak ada orang yang ingin sakit, begitupun aku. Bahkan disini (Sulaymaniyah, Iraq -red), kawan2 pun mengingatkan untuk dilarang sakit (sakit kok dilarang). Bukan karena alasan pekerjaan atau mahalnya biaya pengobatan, tapi karena disini fasilitas kesehatan masih terbilang minim. Pemerintah dan swasta memang saat ini sedang berlomba2 untuk membangun rumah sakit yang memadai, namun yaa.. masih dibangun.. hehe.



Dua hari lalu, larangan itu pun terpaksa kulanggar. Bukan karena sok atau ingin coba, tapi memang kondisi cuaca saat ini sudah mulai musim dingin. Ditambah lagi pola hidup bujangan yang makan, tidur, melek agak gak jelas, ga heran kalau tiba2 hari itu aku terbangun dengan urat leher yang kaku dan sakit di bagian belakang kepala. Kuanggap itu biasa saja “ah paling salah bantal” (hehe, bantal disalahin :p), namun yang terjadi sakitnya makin menjadi2. Malam itu aku sama sekali tidak bisa tidur di kasur, hanya bisa duduk bersandar dengan kepala tegak sambil menahan sakit di leher dan kepala.


Berbagai macam cara sudah kucoba, mulai dari yoga, pijet2, nungging2, sampe pake koyo cabe, tolak angin, panadol, dan conterpain yang memang kusiapkan dari Indonesia, sia2 saja, ga ada yang mempan😛, terpaksa lah aku ke dokter.


Berbekal nomer kenalan seorang kawan dari Indonesia, aku coba hubungi dia tuk antar ke dokter. Dari keterangan di nomer yang dikirim sih katanya supir taxi. Dengan susah payah karena perbedaan bahasa (sama2 pas2an bahasa inggrisnya.. haha) aku diminta nemuin dia di sebuah mall, dia bilang nanti temannya yang akan antar. Ya sudahlah, aku pun ga ngerti mau dia apa.. aku sempat agak emosi juga.. lha wong mau ke RS kok malah disuruh ke mall dulu.. piye tho.. tapi daripada penasaran, aku ikut aja saran dia.


Disana, setelah ketemu, dia bilang sedang sibuk jaga toko (nah lho, tadi infonya supir taxi, kok tau2 penjaga toko), jadi dia minta temannya tuk antar aku ke dokter (sidik punya sidik, ternyata kawan dari Indonesia salah save di hapenya..halah). Tanpa perasaan canggung karena baru kenal dsb, kawan2 baru ini (berdua) rela mengantarku ke RS (yang ternyata hanya klinik kecil). Dan tidak hanya nganter, mereka pun menunggu sampai selesai berobat, mulai dari daftar, cek dokter, ambil obat, semua mereka dampingi, serasa memang keluarga sendiri aja.. kagum campur haru rasanya dalam hati, bagaimana mungkin orang yang belum pernah bertemu sebelumnya bisa demikian akrab, demikian baiknya..


Sebetulnya ga heran juga melihat ramahnya dan tulusnya orang2 Suly. Itu kurasakan sejak pertama aku tiba disini. Tak segan menyapa, itu kesan pertamaku. Semakin kutau,

malah makin heran..hehe. Orang2 Suly memang mayoritas Muslim, tapi kebanyakan dari mereka bukanlah Muslim yang taat, sholat pun mungkin sebagian saja, minum2.. hehe, itu bagian dari tradisi mereka. Tapi kalau bicara masalah akhlak, ini yang aku kagumi, jujur.


Pendapatan rata2 penduduk disini aku yakin tidak terlalu besar, mungkin sama saja seperti di Indonesia. Tapi masalah kejujuran, hoho… don’t ask.. jauh banget lah. Biasa kan liat jembatan busway bisa bolong2 dicolong? ga heran kan liat copet dimana2? tapi disini.. mobil parkir sembarangan.. material2 proyek ditaruh sembarangan aja gitu.. taxi ga nipu.. how come? berarti ekonomi pas2an bukan alasan dong ya tuk tidak jujur.. tanya ken..apa?

Kategori:around us Tag:,
  1. 1 Januari 2012 pukul 07:36

    Dikasih Gambar dong mas biar agak imaginatif… en dikasih break antara paragraf.. biar otak istrahat sejenak… thanks ^_^

    • esthegun
      1 Januari 2012 pukul 08:59

      trims masukannya, tuk post yang ini memang ga sempet ambil gambar (lha wong sedang sakit waktu itu), next post saya inget2 tuk selalu ga lupa foto..

      break antar paragrafnya kurang jauh ya.. hihi.. siap diubah dulu🙂

  2. 27 Januari 2012 pukul 15:57

    brarti kalo perempuan kaya saya aman dong kunjungan kesana?

    • esthegun
      27 Januari 2012 pukul 16:03

      iya, disini lebih moderat sama kaum perempuan disini daripada beberapa negara di Mid-East.
      di perkantoran pun, banyak wanita karir di posisi2 penting..

  3. hemni
    17 Februari 2012 pukul 16:36

    hmmm…..jadi pengen dapetin kerja disana…gimana caranya ya?

  4. 6 April 2012 pukul 22:45

    hem disana kayak di indonesia,,,saya bayak kawan disana ( kawan dunia maya)hahhahha :Da penekanan ya dari foto yang diperlihatkan kepda saya seperti penduduk indonesia,,,mau pakek kudung ok gak ya ok…gak ad
    BUkan karena membaikkan teman saya itu tapi dari percakapan saja sudah ketauan di sana sangat welcome bget,,,😥
    essttt kayaknya saya sudah mantap ini mau pergi kesana
    woooooww
    hem apalagi denger dari mas ini wah saya mantap,,,namun yang saya takutkan ketika say menetap di sana n ada masalah tentang kependudukan sana apa ada duta besar dri indonesia sepperti yang kita tau sendiri disana itu bangsa tnpa negara,,,( kalau gak salah hahhahhahha sok tau aku :d)
    untuk mbak hemni@ bisa kirim sesuatu di email saya,,,saaya penegen ngobrol dengan mbak kekerosalinie@ymail.com ini email saya

    • esthegun
      7 April 2012 pukul 01:25

      saya datang kesini dengan calling visa dari perusahaan tempat saya bekerja, kemudian lapor untuk menjadi residence ID yang berlaku 6 bulan. perwakilan RI sendiri yang terdekat adalah di Baghdad (KBRI).

  5. 6 April 2012 pukul 22:56

    the best buat Jefri Zakaria😀

  6. 7 April 2012 pukul 18:36

    😀 IYA mas jerfri zakaria terima kasih atas infonya
    sangat membantu sekali
    jika ada pertanyaan lagi saya mau nanya nanya lagi terima kasih

    assalamualaikum

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: