Beranda > around us > Depdag: Permen Tak Boleh Jadi Alat Kembalian!

Depdag: Permen Tak Boleh Jadi Alat Kembalian!

Depdag: Permen Tak Boleh Jadi Alat Kembalian!

Kamis, 5 November 2009 | 08:47 WIB

JAKARTA, kompas..com – Banyaknya pengaduan masyarakat tentang penggunaan permen sebagai alat pengembalian transaksi perdagangan ritel, membuat pemerintah gerah. Departemen Perdagangan (Depdag) minta para pedagang eceran tak lagi menjadikan permen sebagai ganti uang kembalian kepada konsumen.

Direktur Perlindungan Konsumen Depdag Radu Malam Sembiring menegaskan, aturan pengembalian dalam transaksi ritel tertuang jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23/1999 tentang Bank Indonesia (BI).

UU BI menetapkan, seberapa pun kecil nilai kembalian dalam setiap transaksi, tetap harus menggunakan alat pembayaran yang sah. ”Kami masih memberikan waktu bagi peritel untuk membenahi. Setelah ini kami akan mengambil tindakan tegas,” jelas Radu, kemarin.

Jika peritel tetap membandel, Radu menilai mereka telah melanggar UU BI dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga perlu terkena tindakan tegas.

Namun, sebelum mengambil tindakan tegas yang tak dia sebutkan dalam bentuk apa, Radu bilang, masalah transaksi ini lebih dulu diselesaikan langsung dengan instansi terkait, yaitu Bank Indonesia.

Sebab dalih pengusaha, mereka terpaksa memberikan permen karena tak mudah lagi bagi mereka mendapatkan uang receh untuk kembalian transaksi. ”Kami kesulitan untuk mendapatkan uang receh,” kata Heri Sumantri, Ketua Bidang Kemitraan dan Departemen UKM, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.

Tapi BI tak bisa begitu saja menerima dalih dari para pedagang tersebut. ”Perusahaan ritel bisa menukar ke BI dan kami sudah menyediakan,” kata Ery Setiawan, Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI. (Asnil Bambani Amri/Kontan)

**ngutip dari kaskus.us

Wah, berita bagus nih buat konsumen.. gw sebagai konsumen juga kadang-kadang sebel sama minimarket/supermarket gara-gara suka ngembaliin receh pake permen. Mending kalo cuma “cepek”, nah kalo empat ratus masa’ iya juga dikembaliin permen… ngeselin khan..

Tapi ini juga berita buruk buat kasir-kasir supermarket, bakalan lebih banyak lagi komplain-komplain ke mereka gara-gara ga bisa ngasi kembalian duit receh. gw juga dulu pernah kerja di minimarket (lho kok bisa?? emang lu dulu lulusan apaan seh kerja macem2…hehehe.. ada deh..), dan gw ngalamin yang namanya kelangkaan receh. nah kalo udah ga punya receh, alamat gw harus buka permen buat gantiin receh, daripada gw kembaliin ribuan.. hayoo.. rugi donk :p

Menurut gw, hak pembeli sebagai konsumen emang harus dipenuhi, kembalian receh ya harus dikasi, jangan diganti2 permen. lagian secara hukum agama, haram tu kalo si konsumen ga ridho dikembaliin pake permen.. nah repot khan. Begitu juga kewajiban BI sebagai tukang bagi2 duit, tolong juga donk diatur gimana caranya biar perputaran receh tu bisa lancar. betuuull..

update 12 Februari 2010:

Ternyata masalah ini muncul lagi nih bahasannya di detik.com, katanya masalah begini bisa dipidanakan. Pernah juga baca salah satu blog (gue lupa blognya..), ada cara yang lebih “halus” namun “ampuh” untuk melawan keculasan ini. Caranya cukup mudah, selalu bawa beberapa buah permen, jaga2 ketika “si kasir” nanya, “pak/bu, ada receh?”, anda tinggal pasang muka “polos” sambil ngasi dia permen yang ada di kantong anda… is it brilian??😛

  1. Abah Donny
    5 November 2009 pukul 15:23

    Wah blog lu jef ? keren lah … hehe gw tau pengalaman kerja di minimarket.. pasti Ube esbeem heuheuhe..

    mengenai receh.. gw sih prefer kembalian duit, tapi dibulatkan ke pecahan yg lebih besar. misal 500-an atau 1000 heheuh

  2. esthegun
    5 November 2009 pukul 16:09

    wah enak banget tu kalo bisa gitu… bokek deh kasirnya. fyi ya, kasir tu berat tau tugasnya, kalo uang setoran kurang dari record penjualan dia kebagian nombok deh..😦 nasib rakyat..:p

    btw pengalaman kerja di UB berguna juga lho..hehehe

  3. 5 November 2009 pukul 17:29

    hahaha…Jef Jef…itu kan kerja sampingannya kasir. ngamaaalll…betull?? (cinta kuya mode on)

    • esthegun
      5 November 2009 pukul 17:39

      gaji netes + banyak ngamal, kira2 jadi apa ya..

  4. anton
    5 November 2009 pukul 22:29

    Lebih baik semacam gramedia, kalau ada kembalian kurang dari Rp 1000 ditawarkan untuk disumbangkan ke PMI. Tapi kalau konsumen minta tetep dikembalikan ya harus dikembalikan dengan alat pembayaran yang sah.

    Sekarang ini kan jamannya kartu magnetik macem kartu debit/kredit yang mana gampang dibikin, tiap orang disarankan punya kartu kembalian magnetik, tiap ada kembalian sekecil apa pun bisa masuk account ke kartu kita. Kalau misal terkumpul minimal Rp 5000 bisa diuangkan di counter khusus. kalau tiap belanja kita dapet kembalian Rp 50 aja, belanja di 100 toko udah kumpul 5000 deh.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: