Arsip

Arsip untuk Oktober, 2011

Mama dan Impiannya

28 Oktober 2011 2 komentar

“Er d irak jam brp d sini jam 4 gmn kbrnya mama alhamdulillah sehat trus seneng banget”

Sms dari nomer yang tak kukenal. +966xxx. Terdiam ku sesaat termenung dalam lamunan. Oh, ini kan nomer Saudi, O mama tha yang sms. Kubaca lagi sms mama, tak biasa2nya mama begitu ekspresif sampai2 bilang “seneng banget”. “Disini hampir sama ma, jam stengah 5. Alhamdulillah kbr disini juga baik. smg hajinya diberi lancar dan barokah. jangan lupa doanya tuk semua keluarga”.

beberapa tahun lalu mama pernah bilang “sekarang mah mama udah tua gini, udah ga butuh apa2 lah.. mama cuma pingin naik haji, itu aja yang belum..” Dan terus terang waktu itu aku menangkapnya sebagai angan2 belaka, wong kami ini bukan orang “punya”, kuliahpun harus berjibaku sana sini, apalagi ongkos naik haji memang tidak murah, jadi ya..bagaimana mungkin. Namun itu hanya pikiranku saja, tak pernah kusampaikan pada mama, takut nanti malah mengubur cita2 mama.

tahun demi tahun, mama giat menabung walau tidak seberapa, ikut arisan haji, dsb. Mama selalu antusias kalau sudah bicara tentang tabungan hajinya, mama rela bekerja serabutan di kampung hanya agar bisa membayar iuran arisan haji setiap bulannya. Tak kudengar kata2 malu, malas, atau lelah darinya, mama santai2 saja mengerjakan semua itu.

Dan Alhamdulillah, setelah anak2 mama mampu mencari nafkah kami pun turut membantu mama meraih harapannya. Kami tau, inilah hal yang paling bisa membahagiakan mama. Inilah mungkin sedikit yang bisa kami lakukan untuk membalas jasa mama.

Sampai akhirnya kabar itupun datang, mama bisa terdaftar di rombongan 2011. Semua itu masih seperti mimpi bagi kami, walaupun kami yakin, ketika Alloh berkehendak, maka segalanya bisa terjadi. Haji bukanlah bagi mereka yang punya harta, tapi mereka yang memiliki tekad yang kuat. Alhamdulillah, tak ada kata lain yang bisa kukatakan.

Satu doaku kepada Alloh agar tidak mematikanku sebelum kedua orangtuaku ridho kepadaku.

#Salam cinta tuk mama#

Categories: enjoy your life Tag:,

Welcome to Sulaymaniyah

25 Oktober 2011 9 komentar

Ga pernah kusangka dan kurencanakan sebelumnya, bahwa cap pasporku yang pertama adalah Kurdistan. Untuk yang belum tahu dimana Kurdistan, ini adalah daerah teritori Irak, namun penduduknya mayoritas adalah suku Kurdi. Baik bahasa, kebudayaan, bahkan benderanya pun bendera Kurdi. Itulah mengapa yang mengeluarkan Visa pun bukan Pemerintah Irak, namun Kurdistan Regional Goverment, that’s how they named it.





“Ngapain jauh2 ke Irak”? that’s a good question. Nambah pengalaman, buka wawasan, ah basi. Sejujurnya ya untuk nyari uang. Karena di Indonesia kebetulan belum dapat tawaran sebesar disini.. hehe..


Anyway, kaget juga. Tidak seburuk yang kukira, Sulaymaniyah, kota dimana aku tinggal, sedang berkembang pesat sekali. Memang disana sini masih terlihat wilayah gersang seperti biasanya ditemui di wilayah timur tengah, namun terlihat pula gedung2 bertingkat yang sedang dibangun, mal, rumah sakit, universitas, sekolah internasional, dan apartemen, seperti berlomba2 untuk menjadi yang terbaik. Design-nya pun modern. Tidak kalah dengan bangunan2 di Jakarta. Bahkan beberapa jembatan penyeberangan di jalur protokol sini menggunakan eskalator. HAHA..








Penduduknya sangat ramah, disini, sebagaimana biasa kita temui di pedesaan di Indonesia, masyarakatnya mayoritas terbiasa untuk mengucapkan salam pada setiap orang yang ditemui, no matter who we are or who they are. Kebiasaan bercengkrama di warung teh atau warung makan seperti mengingatkan kembali arti bersaudara.


tea group




Tidak hanya ramah, mereka juga jujur. itulah mengapa kotanya pun sangat aman. Masyarakat seperti tidak kuatir untuk meninggalkan kendaraan mereka di luar rumah di malam hari.


Cuaca saat ini di bulan Oktober mulai memasuki musim “winter”, walaupun cerah, namun siang haripun aku masih bisa merasakan dinginnya hembusan angin. Terutama karena tempat tinggalku di wilayah anak gunung. Pagi dan malam hari terasa seperti di puncak pas, hanya saja tentu dengan humidity yang rendah membuat kulit menjadi begitu kering.


3 minggu sudah kurang lebih aku menetap di Suly (panggilan lain untuk Sulaymaniyah), merasakan kota yang tenang, jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Merasa hidup tidak lagi sekedar terhimpit dalam kemacetan panjang.. Hmmhh..


Hanya jauhnya keluarga yang membuat hidup disini masih kurang sempurna.. :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.